Postingan

Indonesia Butuh Bukti Cintamu!

“Damn, i love Indonesia” kalimat yang sudah tak asing lagi di telinga kita. Kalimat yang menyatakan kecintaanya terhadap Indonesia, layaknya kalimat cinta yang hari ini banyak orang ungkapkan karena merayakan “ hari kasih sayang”. Tak hanya mengungkapkan kasih sayang lewat ucapan, namun dihari kasih sayang ini banyak orang khususnya pemuda yang memberikan kejutan maupun hadiah kepada orang yang dikasihinya. Hadiah yang diberikan semata-mata untuk menujukkan bukti nyata kasihnya terhadap orang yang dicintai. Seperti bukti nyata terhadap orang yang dikasihi, Indonesia pun butuh bukti nyata dari pemuda yang sekarang ini bangga menyuarakan kalimat “Damn, I love Indonesia”. Banyak pemuda Indonesia menjadikan kalimat “Damn, I love Indonesia” hanya sebatas kalimat tren saja . Mereka t idak membuktikan cintanya dengan tindakan , s eperti yang dilakukan oleh kebanyakan pemuda kepada pasangannya di moment hari kasih sayang ini. “Cinta Indonesia”, manis didengar telinga namun sia-sia jika h...

Ungkapan “Kado Cinta” Bagi Indonesia

Sebuah pepatah berkata “Cinta itu dari mata turun ke hati”. Dari melihat lalu dianalisis sehingga turun ke hati menjadi rasa cinta. Namun, pepatah ini tidak lengkap karena tidak ada makna bertindak untuk mengungkapkan cinta di dalamnya. Bakal jadi apa cinta jika tak diungkapkan? Seharusnya, cinta itu dari mata turun ke hati dan bergerak ke tangan. Jadi cinta melihat dengan mata lalu dirasakan didalam hati dan yang lebih penting, diungkapkan lewat tangan (tindakan nyata). Cinta itu diungkapkan kepada setiap hal yang patut kita cintai. Apalagi di momen seperti saat ini (valentine)—yang sudah menjadi budaya dunia. Orang-orang memanfaatkan momen bulan Februari ini untuk mengungkapkan cintanya kepada pasangan, keluarga, sahabat, atau hal apapun yang dicintainya. Orang-orang mengambil momen valentine untuk “beraksi nyata” bagi cintanya. Salah satu yang patut bahkan wajib kita cintai (namun sering kita lupakan) adalah Indonesia. Negara kita butuh ungkapan “kado cinta” yang tulus dari ...

Resume Diskusi: Visi dan Misi USU

Diskusi Campus Concern yang kedua di semester ini dilaksanakan pada 20 November 2015 pukul 15.20 WIB. Sedikit lebih lama dari waktu yang telah ditetapkan yaitu pukul 15.00 WIB melihat jumlah peserta diskusi yang masih sedikit. Adapun topik diskusi kita kali ini yaitu membahas tentang Visi dan Misi USU yang baru. Pemateri membukakan tentang status USU yang telah ditetapkan menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dimana dengan status ini USU telah memiliki payung hukum sebagai pengawal untuk mencapai visinya yang baru “Menjadi perguruan tinggi yang memiliki keunggulan akademik sebagai barometer kemajuan ilmu pengetahuan yang mampu bersaing dalam tataran dunia global”. Yang dipertanyakan seperti apa keunggulan akademik itu??? Yang kita dapati dewasa ini, mahasiswa tak ubahnya seperti robot yang hanya menerima begitu saja setiap materi demi materi yang diajarkan oleh dosennya, tanpa ada tindakan kritis untuk berdialog dalam menanggapi setiap materi tersebut. Hasilnya d...

PEMUDA MASA KINI, MAU DIBAWA KEMANA?

Apakah aku masih muda? Apakah aku adalah pemuda ?   Untuk menjawab pertanyaan ini, apakah aku masih muda atau tidak, atau apakah aku pemuda atau sudah orangtua, mari kita llihat  pengklarifikasiaannya menurut beberapa sumber. Dalam  KBBI, yang diartikan pemuda adalah orang muda laki-laki; remaja; teruna—ini akan menjadi pemimpin bangsa. Namun, akan timbul pertanyaan, mereka yang usia berapakah yang dikatakan sebagai golongan pemuda? Menurut UU Nomor 40 tahun 2009, pemuda adalah mereka, Warga Negara Indonesia yang memasuki usia periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16-30 tahun. Jika anda masih tergolong dalam rentang usia tersebut, saya ucapkan selamat. Karena itu artinya,  tulisan ini belum expired  untuk anda. Tapi jika tidak, mohon maaf, anda bukan pemuda,  yang berarti, anda bukan 1 golongan dengan saya. TOLONG JANGAN LANJUTKAN UNTUK MEMBACA TULISAN INI ( Just Kidding Cooyy) .  Kata pemuda, sering sekali ditambahkan dengan k...

Ujung Bumiku Krisis Integritas

Ada saat untuk belajar, ada saat untuk berjuang dan ada saatnya juga untuk mendapatkan hasil. Semua indah pada waktunya dan itu akan sempurna indah jika setiap tahap kita lalui dengan baik. Namun kebanyakan kita sebagai mahasiswa saat ini melewati proses “ berjuang”  namun ingin mendapat hasil dengan instan.Itu tidak realistis!  Dalam prosesnya seringkali kita optimis dengan hasil yang ada, tanpa melibatkan kerealistisan  dan komplitnya proses yang dijalani. Hampir setiap hari ke kampus, mengikuti setiap mata kuliah yang diambil. Namun, tak jarang di dalam proses pembelajaran jauh dari yang namanya B E L A J A R. Disinilah kita meninggalkan satu proses dan tahapan penting itu. Saat dosen menjelaskan, tak jarang mahasiswa sibuk dengan dunianya sendiri. Ada yang tidur, ber gadget ria,melamun, menggambar, nyoret-nyoret kertas, walaupun ada juga yang bener-bener mendengarkan dosen namun hanya segelintir orang. Akibatnya, tidak jarang, saat dosen memberikan tugas banyak ...

Resume Diskusi : Suaramu Untuk Ekonomi

Jumat 09 Oktober 2015, Diskusi perdana Campus Concern FEB USU untuk semester ini dimulai pukul 15.32. Sedikit lebih lama dari waktu yang telah ditetapkan yaitu pukul 15.00  melihat jumlah peserta diskusi yang masi sedikit & cuaca yang kurang mendukung. Adapun topik diskusi kita kali ini yaitu membahas tentang pemira yang sebentar lagi akan dilaksanakan di lingkungan FEB USU,  tepatnya 20 oktober 2015 mendatang. Hal ini tentu menambah antusias para peserta mahasiswa yang mengikuti diskusi kali ini. Diskusi pun dibuka oleh moderator kita, sdra.Immanuel Siregar yang kemudian materi dibawakan oleh saudara Septon Malau,S.E. Pemateri pun  kemudian menjelaskan esensi dari Pemira itu sendiri yang merupakan sebuah peregenerasian pemimpin mahasiswa. Adapun tiga  poin penting tentang Pemira sendiri yaitu: 1.       Merupakan perwujudan demonstrasi, Trias Politica 2.       Untuk PEMA di kawasan USU sendiri hanya ada...

Kepemimpinan yang Melayani

“Tugas utama pemimpin adalah mempengaruhi umat Allah untuk melaksanakan rencana Allah.” (Robert Clinton)             Manusia sebagai makhluk sosial secara pasti akan berinteraksi antara satu manusia ke manusia lainnya. Akibatnya, d alam interaksi itu tentunya mengharuskan manusia hidup dalam berkelompok . Karena manusia harus hidup berkelompok, maka harus ada pemimpin disana, karena natur manusia memiliki hasrat menguasai, jika tak ada pemimpin sebagai pengkoordinir, maka budaya barbar yang akan terjadi. Mengenai pemimpin, a lkitab mencatat pentingnya pemimpin dan pemimpin itu dari Tuhan. Rasul Paulus menyatakan dalam kitab Roma: “Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah.”             Muncul pertanyaan, bagaimana dengan negara-negara k...