Postingan

Pemira, Sudah Efektifkah?? (Afni, Manajemen 2015)

Gambar
  Pemira merupakan ‘pesta demokrasi’ bagi mahasiswa ,tapi pada kenyataannya Pemira belum berjalan secara optimal. Pemira alias Pemilihan Raya? Siapa sih yang belum kenal dengan istilah ini? Bahkan mahasiswa awam sekalipun pun pasti tahu dengan istilah ini. Mungkin di masyarakat lebih dikenal dengan Pemilu, tapi perlu di ketahui sistem kerjanya sama dan tujuannya juga sama, yaitu memilih pemimpin yang akan menanggung jawabi suatu jabatan. Pemira adalah sebuah tradisi tahunan pemilihan perangkat lembaga kemahasiswaan dan dianggap sebagai miniatur pemilu dengan lingkup fakultas atau universitas. Pemira pertama kali dilakukan   oleh Universitas Indonesia pada tahun 1974 dan pemilihan yang dilakukan adalah pemilihan Dema (Dewan Mahasiswa). Pemira sangat penting dalam kehidupan kampus, jika pemira tidak ada maka tidak akan ada regenerasi kepemimipinan mahasiswa dalam kampus. Dengan kata lain birokrasi mahasiswa akan terganggu dan menjadi amburadul karena tidak ada sistem yan...

Pemira Sehat, Menuju Ekonomi Baru (Juniar, Ekonomi Pembangunan 2016)

Gambar
Hidup Mahasiswa! Hidup Mahasiswa! Pemilihan Mahasiswa Raya atau lebih dikenal sebagai PEMIRA adalah sebuah ajang pembelajaran politik bagi Mahasiswa.Rangkaian Pemira yang sudah berlangsung sejak awal september dan akan mencapai puncaknya pada tanggal 17 oktober 2018 yang diselenggarakan oleh KPU FEB USU bukanlah semata mata hanya kewajiban rutin tahunan belaka namun mempunyai tujuan untuk mencari sosok pemimpin yang mampu melayani dengan tulus hati, dan tentunya mampu mengaspirasikan aspirasi dari mahasiswa itu sendiri. Bicara soal kata SEHAT, sehat adalah suatu kondisi dimana segala sesuatunya berjalan dengan normal dan bekerja sesuai dengan fungsi sebagaimana mestinya, namun sehat di sini tidak berdasarkan pandangan medis, namun sehat disini memiliki makna Suportif, Harmonis, Aspiratif, dan Taat Azaz. Merujuk ke negara Indonesia yang juga mengadakan PEMILU, PILKADA, PILEG, setiap 5 tahun sekali begitu juga dengan fakultas ekonomi dan bisnis dengan Pemira nya setiap setahun sek...

Resume Debat "Pro dan Kontra Pesta Demokrasi di FEB USU"

Gambar
Debat dengan judul “pro dan kontra pesta demokrasi di FEB USU” merupakan program kedua dari divisi diskusi semester B Campus Concern FEB USU. Adapun sasaran kualitas dari program ini yaitu agar AKK mengetahui  tentang permira, dimotivasi untuk berpikir kritis dan dimotivasi untuk mengemukakan pendapat. Debat ini telah terlaksana dengan pada tanggal 5 Oktober 2018 di ruangan GBR 113 FEB USU, pukul 16.00 WIB.  Adapun MC pada debat ini adalah Feny Livia  (Ekonomi Pembangunan stambuk 2017), gitaris ialah Niko Sembiring (akuntansi stambuk 2016), dan moderator adalah Markus Hutagalung (Manajemen stambuk 2016). CC mengundang perwakilan dari KPU FEB USU yaitu Rosali Agata ( Manajemen 2015), Boyke Leonardo Panjaitan (Manajemen 2016). Serta Artinus Hulu ( S-1 ekstensi manajemen 2017) sebagai demisioner KPU 2017. Perwakilan KPU  Debat diawali dengan ibadah singkat oleh MC dan gitaris, kemudian KPU menjelaskan apa itu permira, serta tugas dan tangung jawab dari ...

Resume "Siapa Kita? Mahasiswa!!"

Gambar
Diskusi dengan judul “Siapa Kita? Mahasiswa!” merupakan program pertama dari divisi diskusi semester B CampusConcern FEB USU. Adapun sasaran kualitas dari program ini yaitu agar AKK memahami dan termotivasi untuk menjadi mahasiswa yang aktif dan beprestasi. Diskusi dilaksanakan pada hari Jumat, 28 September 2018   pukul 12.15 WIB diruangan GBR 113.   MC pada diskusi ini adalah Erni Novita (Ekonomi Pembangunan stambuk 2017) dan gitaris nya Agus Siahaan (Akuntansi stambuk 2017). Adapun moderator pada diskusi ini adalah Josua Sianipar ( Ekonomi Pembangunan stambuk 2016) dan pematerinya Desmery Tarigan ( Sastra Inggris stambuk 2016) yang merupakan salah satu MAPRES 2018 sebagai best speaker. Diskusi diawali dengan nyanyian dan bermazmur dari MC, kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dibawakan oleh moderator. Pembahasan diskusi oleh Desmery Tarigan dimulai tepat pada pukul 12.30. Ia menjelaskan bagaimana seharusnya kita sebagai mahasiswa agar dapat beprestasi. Ia mengatakan ...

Buletin Edisi Juni 2018 dan Kuesioner

http://bit.ly/BuletinCCJuni2018 http://bit.ly/KitaPancasila Setelah selesai baca tulisannya langsung isi kuesioner nya yaa, karena jawaban kamu di kuesioner akan sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas Buletin. Terimakasih, selamat berlibur :)

Keadilan Membuat Kehidupan menjadi Damai (Markus, Manajemen 2016)

   Pancasila adalah ideologi negara Indonesia. Pancasila terdiri dari lima pilar utama yaitu Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Butir-butir pancasila ini terkandung dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada paragraf keempat.    Keadilan sosial yang tercantum pada sila ke-5 Pancasila ini mengandung nilai-nilai yang merupakan tujuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sila ke-5 ini memiliki makna bahwa seluruh rakyat Indonesia harus mendapatkan perlakuan yang adil sehingga terbentuknya kehidupan bermasyarakat yang adil dan makmur. Keadilan sosial di sini maksudnya adalah tidak membeda-bedakan perlakuan pada seluruh rakyat Indonesia di tengah perbedaan yang ada.    Konsep yang terkandung dalam keadilan sosial adalah suatu tata dalam masyarakat yang selalu memperhatikan d...

Resume Diskusi “Integrity Is Our Identity”

Diskusi dengan judul “Integrity Is Our Identity” menutup program terakhir dari divisi diskusi CC FEB USU di semester A. Diskusi terlaksana dengan baik pada Rabu 30 Mei 2018 pukul 15:15 WIB di GL 13A FEB USU. Diskusi dilayani oleh Kristin Monalisa Silalahi (Ekonomi Pembangunan 2016) sebagai MC dan David Rumahorbo (Ekonomi Pembangunan 2017) sebagai pemusik. Adapun moderator dalam diskusi ini adalah Parlin Sitanggang (Akuntansi 2015) dan menghadirkan Nurmy Evitamala Siburian (alumni Ekonomi Pembangunan stambuk 2013) yang juga merupakan koordinator UKM KMK UP FEB USU periode 2017 sebagai pemateri. Diskusi diawali dengan ibadah singkat, bernyanyi bersama dan mazmur yang dipimpin oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan dimulainya diskusi oleh moderator. Namun diskusi terpaksa harus berhenti sejenak dan berpindah ruangan dari yang awalnya di GB 114  pindah ke GL 13A. Ketika telah berada di GL 13A diskusi dilanjutkan. Peserta diskusi dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok I, II, dan III...