Postingan

Buku dan Semesta Pendidikan

Gambar
Buku sangat karib dengan semesta pendidikan negeri ini. kesejahteraan, hal yang menjadi utama dalam pendidikan . Jika hal ini dapat dipahami dengan saksama, implementasinya bakal semakin mendunia khususnya untuk negeri ini, Indonesia kita. Pengimplementasian itu, pada gilirannya akan dirasakan oleh masyarakat, bangsa dan dunia sewaktu pemuda negeri ini menjunjung tinggi pendidikan demi mendapatkan pemerataan kesejahteraan. Ironisnya, dalam hal menjunjung tinggi pendidikan bangsa ini masih gagal. Hal ini dapat dilihat bagaimana dari sikap masyarakat terhadap buku masih apatis. Di berbagai sekolah, institusi pendidikan bahkan universitas dan diluar lembaga pendidikan dapat dilihat bagaimana sikap masyarakat yang sering apatis terhadap buku. Ini tentu saja memprihatinkan karena mewujudkan kesejahteraan melalui via pendidikan akan menjadi rintangan terbesar tanpa adanya daya minat sumber daya manusia Indonesia terhadap membaca buku. Untuk menyingkirkan rintangan tersebut masyarakat pe...

Resume Diskusi III: Membangun Desa, Membangun Bangsa.

Gambar
Diskusi yang dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2016 berjalan dengan sangat baik. Peserta diskusi yang hadir berjumlah 46 orang yang terdiri dari 43 orang AKK dan # orang non-AKK. Pemateri diskusi sendiri ialah seorang praktisi dalam kegiatan sosial, yaitu Abangda Ismail, S.Hut., M.A. Beliau ialah pendiri organisasi Pilar Indonesia dan Rumah baca Bakau. Diskusi diarahkan oleh seorang moderator yang cukup handal, yakni Abangda Imanuel Siregar. Diawal diskusi pemateri membukakan apa itu Undang-undang Desa. Dengan adanya undang-undang ini diharapkan kesejahteraan desa dapat meningkat tingkat kesejahteraan desa. Dengan ditetapkannya Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Desa yang ditindak lanjuti dengan PP No.43 tentang peraturan  Pelaksanaan Undang-udang No.6 tahun 2014 tentang Desa , dan PP No.60 tahun 2014 tentang Dana desa yang bersumber dari APBN. Berdasakan undang-undang dan peraturan pemerintah ini ada bebrapa hal yang krusial akibat adanya Undangundang No.6 t...

Buletin CC Bulan Mei 2016 Tema : Reformasikan Mindsetmu dan Aktualisasikan

Shaloom para petarung ide... Setelah menikmati ide-ide baik dalam arena buletin bulan lalu, kembali CC mempersembahkan arena pertarungan bulan Mei. Bulan Mei, bulan reformasi, dimana sejarah mencatat di bulan ini mahasiswa (baca:kita) pernah menunjukkan pengaruh dalam pertarungan ide menegakkan kebaikan bagi masyarakat. Di masa itu, kita menegakkan ide baik dengan menjungkalkan satu rezim penguasa yang secara otoriter memerintah Indonesia. Kita semua pasti tau sejarah itu.Sejarah itu harus tetap menjadi motivasi kita sampai saat ini,bahwa kita—mahasiswa—adalah motor penggerak bangsa. Ide- ide kita adalah ide baik yang dibutuhkan bangsa. Ide-ide kita harus tampil, berdiri tegak melawan kumpulan ide tidak baik yang siap militan berusaha mencengkram bangsa. Dulu kita bisa, sekarang bagaimana? Karena itu, dalam suasana reformasi Mei, kami menyambut Kalian para petarung ide baik. Bulan ini arena kita dibalut dalam tema “Reformasi Mindset-mu dan Aktualisasikan”. Tema ini sanga...

Resume Diskusi : Sarjana Buta

Diskusi CC pada  Kamis, 12 Mei 2016 di GL 124 dihadiri oleh 22 AKK. Diskusi kali ini dibawakan oleh salh satu alumni dari Ekonomi Pembangunan Rani Eranika Br. Sembiring sebagai pemateri dan Ervina O. Br. Sidabutar sebagai moderator. Pemateri memulai diskusi dengan menyampaikan sebenarnya bagaimana kreiteria seorang sarjana melalui diskusi kelompok. Peserta terbagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang buta dan kelompok yang melek. Adapun kelompok yang buta adalah kelompok yang pada saat memilih jurusan belum mengetahui perihal jurusannya, dan begitu juga sebaliknya. Peserta diskusi juga menjelaskan bagimana kriteria seorang sarjana. Tentu begitu banyak kriteria seorang sarjana yng berkualitas jika kita berorientasi pada dunia. Namun diatas segalanya sarjana yang berkualitas adalah sarjana yang takut akan Tuhan. Seperti yang tertulis di Amsa l 1: 7  “T akut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. ”   Maka tentu sang...

Resume Debat CC FEB USU I: Pendidikan, Maju Atau Mundur?

Debat pada tanggal 29 April 2016 dengan judul, Pendidikan Maju atau Mundur? Dengan moderator E rick Perima Ketaren yang merupakan Koordinator Divisi Diskusi langsung. Debat kali ini dihadiri oleh peserta debat sebanyak 18 orang.  Para peserta debat dari sisi pro tentu saja menyetujui hal ini. Sejak tanggal 28 Februari 2014, Universitas Sumatera Utara sudah menjadi perguruan tinggi berbadan hukum yang otomatis menjadikan USU menjadi Perguruan Tinggi dengan hak otonomi hal ini menambah daftar perguruan tinggi negeri yang berbadan hukum setelah sebelumnya UI, UGM, ITB, IPB, UPI, dan Unair. Kebijakan otonomi perguruan tinggi dipandang sangat menguntungkan perguruan tinggi. Otonomi ini menjadikan perguruan tinggi untuk mampu mengurus bidang akademik dan non akademik. Hal ini otomatis menjadikan perguruan tinggi tersebut mengurus hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan, misalnya kurikulum program studi, proses pembelajaran, dll. Bahkan perguruan tinggi yang memiliki otonomi perguru...

Membawa Bekal, Untuk Hidup yang Lebih Baik

Masih segar dalam ingatan saya ketika masih di sekolah dasar, membawa bekal atau yang lebih sering kita sebut sebagai “ bontot ” menjadi kewajiban bagi saya. Berbagi bekal bersama teman-teman menjadi rutinitas yang menyenangkan. Membawa bekal adalah budaya yang menyenangkan masa itu. Namun bertambah dewasa, disadari atau tidak, orang yang membawa bekal justru di cap cupu , gak gaul , aneh, dan lain sebagainya. Menurut hasil survei yang dipaparkan dalam seminar Indonesia’s Hottest I nsight 2013 yang diadakan pada 7 Mei 2013, 56% anak sekolah membawa bekal ke sekolah. Angka ini cukup menggambarkan dewasa ini membawa bekal bukan lagi budaya yang gencar bagi anak-anak. Hanya 56% anak-anak membawa bekal padahal kita tahu betapa nakalnya produsen jajanan anak sekolahan. Pewarna tekstil dan boraks tak segan-segan dicampurkan kedalam makanan. Hal ini hanya bertujuan kepada satu hal, laba sebesar-besarnya. Angka itu dari penelitian dengan sampel anak-anak. Bagaimana dengan kita,...

Resume Diskusi: Mau Dibawa Kemana FEB ?

Diskusi   Campus Concern pertama di semester A   yang dilakukan pada tanggal 1 April kemarin dihadiri oleh 35 AKK FEB USU dengan judul diskusi “Mau Dibawa Ke Mana FEB?” . D imulai sedikit terlambat, yaitu   pada   pukul 15.45 hal ini dikarenakan   harus menunggu   pemateri   yang   masih beribadah.   Pada diskusi kali ini Campus Concern mengundang   pihak PEMA FEB   sebagai pemateri , puji syukur kepada Kristus,   G ubernur   FEB   langsunglah yang hadir   dan memaparkan materi di   diskusi kita. Seperti judul diskusi yang ditulis di atas, “Mau Dibawa Kemana FEB?”. Pemateri membukakan tentang kondisi dekanat dan persoalan seputar yang sedang terjadi di kampus saat ini. Ada tiga pokok permasalahan yang terjadi di FEB saat ini, yaitu: Birokrasi Pelayanan dan Fasilitas Transparansi Masalah birokrasi dikampus saat ini sedikit banyaknya disebabkan oleh kekosongan jabatan dekan dan pembantu dek...