Postingan

Membawa Bekal, Untuk Hidup yang Lebih Baik

Masih segar dalam ingatan saya ketika masih di sekolah dasar, membawa bekal atau yang lebih sering kita sebut sebagai “ bontot ” menjadi kewajiban bagi saya. Berbagi bekal bersama teman-teman menjadi rutinitas yang menyenangkan. Membawa bekal adalah budaya yang menyenangkan masa itu. Namun bertambah dewasa, disadari atau tidak, orang yang membawa bekal justru di cap cupu , gak gaul , aneh, dan lain sebagainya. Menurut hasil survei yang dipaparkan dalam seminar Indonesia’s Hottest I nsight 2013 yang diadakan pada 7 Mei 2013, 56% anak sekolah membawa bekal ke sekolah. Angka ini cukup menggambarkan dewasa ini membawa bekal bukan lagi budaya yang gencar bagi anak-anak. Hanya 56% anak-anak membawa bekal padahal kita tahu betapa nakalnya produsen jajanan anak sekolahan. Pewarna tekstil dan boraks tak segan-segan dicampurkan kedalam makanan. Hal ini hanya bertujuan kepada satu hal, laba sebesar-besarnya. Angka itu dari penelitian dengan sampel anak-anak. Bagaimana dengan kita,...

Resume Diskusi: Mau Dibawa Kemana FEB ?

Diskusi   Campus Concern pertama di semester A   yang dilakukan pada tanggal 1 April kemarin dihadiri oleh 35 AKK FEB USU dengan judul diskusi “Mau Dibawa Ke Mana FEB?” . D imulai sedikit terlambat, yaitu   pada   pukul 15.45 hal ini dikarenakan   harus menunggu   pemateri   yang   masih beribadah.   Pada diskusi kali ini Campus Concern mengundang   pihak PEMA FEB   sebagai pemateri , puji syukur kepada Kristus,   G ubernur   FEB   langsunglah yang hadir   dan memaparkan materi di   diskusi kita. Seperti judul diskusi yang ditulis di atas, “Mau Dibawa Kemana FEB?”. Pemateri membukakan tentang kondisi dekanat dan persoalan seputar yang sedang terjadi di kampus saat ini. Ada tiga pokok permasalahan yang terjadi di FEB saat ini, yaitu: Birokrasi Pelayanan dan Fasilitas Transparansi Masalah birokrasi dikampus saat ini sedikit banyaknya disebabkan oleh kekosongan jabatan dekan dan pembantu dek...

Buletin CC Bulan April 2016 Tema "Yakin Sehat?"

Syalom para Petarung Ide… Selamat datang… Dalam suasana kritis analitis, kami menyambut kalian semua, AKK pembaca, para petarung ide baik dalam arena pertarungan ini. Arena ini dinamakan “Buletin CC”, kalian petarungnya, tulisan alat bertarungnya. Arena pertarungan ide kali ini dibalut dalam tema “Kesehatan”. Dasar pengambilan tema dengan melihat beberapa hari besar bulan April yang senada dan disatupadukan. Setelah disaring, terpilih beberapa hari, diantaranya Hari Kesehatan Nasional, Hari Bawa Bekal Nasional, Hari Konsumen Nasional dan Hari Bumi. Tiga nama hari terakhir akan dikaji sebagai topik tulisan untuk merefleksikan Hari Kesehatan Nasional. Buletin kali ini merefleksi Hari Kesehatan Nasional dengan berisi tulisan-tulisan yang akan memberi paradigma baru bagi kita bahwa kesehatan bukan hanya medis. Mungkin kita mengganggap kita sudah sehat saat ini, namun benar-benar yakinkah bahwa kita sehat? Kesehatan adalah sebuah hal yang multidimensional, alias menya...

Indonesia Butuh Bukti Cintamu!

“Damn, i love Indonesia” kalimat yang sudah tak asing lagi di telinga kita. Kalimat yang menyatakan kecintaanya terhadap Indonesia, layaknya kalimat cinta yang hari ini banyak orang ungkapkan karena merayakan “ hari kasih sayang”. Tak hanya mengungkapkan kasih sayang lewat ucapan, namun dihari kasih sayang ini banyak orang khususnya pemuda yang memberikan kejutan maupun hadiah kepada orang yang dikasihinya. Hadiah yang diberikan semata-mata untuk menujukkan bukti nyata kasihnya terhadap orang yang dicintai. Seperti bukti nyata terhadap orang yang dikasihi, Indonesia pun butuh bukti nyata dari pemuda yang sekarang ini bangga menyuarakan kalimat “Damn, I love Indonesia”. Banyak pemuda Indonesia menjadikan kalimat “Damn, I love Indonesia” hanya sebatas kalimat tren saja . Mereka t idak membuktikan cintanya dengan tindakan , s eperti yang dilakukan oleh kebanyakan pemuda kepada pasangannya di moment hari kasih sayang ini. “Cinta Indonesia”, manis didengar telinga namun sia-sia jika h...